Mengenal Jenis – jenis kamera dan Fungsinya

Posted on

Belajar Fotografi – Kamera merupakan salah satu alat yang sangat populer bagi mayoritas penduduk bumi. Jika terhadap tahun- th. di awalnya kamera hanya lazim digunakan oleh para fotografer profesional, namun terhadap kala ini mulai berasal dari balita hingga lansia sudah biasa pakai kamera.

Fenomena ini tentunya tidak lepas berasal dari berkembangnya teknologi yang memungkinkan penggabungan kamera bersama handphone/ smartphone, supaya membuatnya ringan dan murah untuk dimiliki, dibawa dan dipergunakan, tidak layaknya terhadap zaman dahulu, dimana kamera hanya dimiliki dan dipergunakan oleh kalangan tertentu. Trend kamera ini pasti saja sebabkan peminat fotografi menjadi melonjak.

Nah, bagi teman- teman yang berminat menggeluti fotografi dan menginginkan studi fotografi, selanjutnya ini sedikit artikel aku tentang studi fotografi : mengenal tipe – tipe kamera. Sesuai judulnya, di bawah ini merupakan pembagian jenis-jenis kamera berdasar kriteria khusus yang lazim kami temui.
Jenis – tipe kamera berdasarkan langkah menangkap gambar | studi fotografi

Kamera merupakan perangkat yang miliki langkah kerja seperti mata manusia dimana object yang berada di depan lensa dapat direkam di dalam sensor yang berperan sebagai retina. Nah, maksud berasal dari pembagian kamera berdasarkan cara menangkap gambar adalah langkah kerja sensor/ tempat penerima citra gambar dari lensa. Secara lazim tipe kamera di dalam syarat-syarat ini dibagi menjadi 2 macam yaitu :

Jenis kamera analog / kamera film
Sesuai bersama namanya, kamera tipe ini pakai proses analog atau manual. Karena manual, maka sebagian besar kamera tipe ini tidak memerlukan sumber tenaga (baterai) untuk pengoperasiannya.

Jenis kamera ini menangkap dan menyimpan hasil jepretan kami kedalam tempat plastik yang sudah dilapisi dengan zat kimia khusus yang sensitif sinar (tingkat kepekaan terhadap sinar lazim ditandai sengan satuan ASA, jadi tinggi nilainya jadi sensitif).

Media ini lazim kami sebut bersama film atau negatif. Film negatif ini biasanya ditempatkan / digulung di dalam sebuah tabung yang sesudah itu dapat dimasukkan dalam tempat film terhadap body kamera, supaya untuk mengganti frame selanjutnya, kita cukup menarik tuas penggulung.

Disebut negatif dikarenakan gambar yang tercetak pada film tidak dapat langsung kami lihat, namun kudu proses lebih lanjut dengan mencetaknya menjadi gambar positif yang dapat kami lihat dan kami nikmati.

Pada kamera analog ini, kami kudu memproduksi negatif film menjadi gambar foto terlebih dahulu untuk dapat lihat hasil jepretan kita. Oleh dikarenakan itu, kamera analog amat sesuai untuk studi fotografi, dikarenakan bersama kamera analog kami dapat dituntut untuk mencari momen, komposisi, dan setting yang tepat sebelum menghimpit tombol shutter.
Jika tidak, maka kami dapat menghilangkan 1 film negatif yang berarti kurangi jumlah jepretan selanjutnya, serta menaikkan biaya untuk beli film (1 roll film berisi 36 frame/ jepretan), dikarenakan 1 frame film hanya dapat digunakan satu kali. Sehingga kita akan studi mencari momen, komposisi, dan setting yang tepat sebelum memutuskan menghimpit tombol shutter.

Jenis kamera digital / digital camera
Kamera digital atau digital kamera merupakan pengembangan berasal dari sistem analog. Prinsip kerja yang digunakan terhadap kamera digital serupa bersama yang digunakan terhadap kamera analog. Yang membedakan kamera digital bersama kamera analog adalah terhadap film.

Pada kamera digital, peran film sebagai tempat perekam hasil jepretan digantikan bersama sensor sensitif sinar yang sesudah itu diproses secara digital pakai cpu yang tertanam di dalam kamera sesudah itu disimpan dalam tempat penyimpanan elektronik (memory card) dan dikirim ke layar lcd sebagai preview hasil jepretan kita.

Kelebihan yang dimiliki oleh kamera digital dibandingkan bersama kamera analog adalah, terhadap kamera digital, kami dapat langsung lihat hasil jepretan kita, terkecuali tidak sesuai bersama permohonan kita, kami dapat menghapus gambar kemudian melakukan foto kembali tanpa cemas bersama sisa frame kita, karena memory card bersifat rewriteable atau dapat digunakan untuk menyimpan kembali selama masih ada ruang penyimpanan yang tersisa.

Kelebihan ini terhitung sebabkan kamera digital lebih ekonomis, dikarenakan kita tidak kudu belanja banyak film untuk menympan gambar kita, kami cukup membeli memory card, terkecuali sudah penuh kami dapat memindahkannya ke di dalam media penyimpanan lain (harddisk komputer misalnya), sesudah itu kami dapat menggunakannya lagi.
Keuntungan ini terhitung cukup menopang kami yang sedang studi fotografi  terutama berasal dari faktor ekonomis dan terhitung kita tidak cemas mencoba setting atau komposisi dikarenakan terkecuali tidak sesuai harapan, kita hanya kudu menghapus dan melakukan foto ulang. Yah walau akan mengurangi rasa penghargaan terhadap sebuah frame, namun dapat banyak membantu bagi fotografer yang studi fotografi secara otodidak.

Mengenal tipe – tipe kamera berdasarkan pengguna
Seperti yang sudah tercantum terhadap awal artikel ini, kamera digunakan oleh bermacam golongan manusia. Tentunya bersama bermacam golongan ini, keperluan dapat pemanfaatan kamera terhitung beragam, ada yang menggukanan kamera hanya untuk cuman dokumentasi perjalanan, liputan berita, studi fotografi atau yang lainnya.

Melihat  hal itu, produsen kamera membuat beberapa tipe kamera bersama spesifikasi yang sesuai bersama calon penggunanya. Yah bagi kami yang hanya pakai kamera untuk cuman berfoto selfie saat belanja kamera pastinya tidak dapat melirik kamera profesional seharga puluhan atau apalagi ratusan terhitung rupiah, begitu pula sebaliknya. Nah berikut ini sebagian tipe kamera sesuai bersama penggunanya.

Jenis Kamera saku / pocket / compact camera
Kamera saku atau kamera pocket merupakan kamera bersama fitur basic atau dasar. Umumnya, kamera ini didesain sesederhana barangkali serta penggunaan semudah mungkin. Ya barangkali makna aku kamera yang dapat digunakan oleh berbagai usia, terasa berasal dari balita hingga manula.

Kamera tipe ini mengakomidasi pengguna yang hanya pakai kamera untuk cuman mengabadikan perjalanan wisata, kegiatan sehari- hari, berfoto bersama teman, serta aktivitas lain yang tidak membutuhkan kamera bersama spek tinggi. Oleh dikarenakan itu, kamera ini tidak memiliki setting dan aksesories yang rumit atau banyak. Yang mutlak dapat jepret gitulah, hehehe.
Sesuai bersama namanya, kamera ini miliki ukuran yang cukup ringkas sehingga dapat dikantongi yang membuatnya ringan untuk dibawa dan tidak memakan banyak tempat. Jenis kamera ini biasanya dibanderol bersama harga yang relatif murah, mengingat terbatasnya fitur yang disematkan, dan terhitung untuk mengejar pangsa pasar kelas menengah ke bawah.

Jenis kamera prosumer
Prosumer atau kamera prosumer merupakan perpaduan pada kamera saku bersama kamera profesional. Kamera ini terhitung menjadi jembatan pada compact camera bersama kamera profesional. Jenis kamera ini miliki 2 macam bentuk, bentuk pertama adalah kotak biasa layaknya kamera pocket, sedangkan bentuk yang kedua adalah kamera prosumer bersama bentuk yang menyerupai SLR / DSLR, supaya sering pula disebut bersama kamera “SLR wannabe”.

Kamera prosumer miliki fitur dan setting yang lebih kompleks dibandingkan bersama kamera saku. Kita dapat menyesuaikan layaknya terhadap kamera profesional (fungsi dasar), supaya bagi rekan – rekan menginginkan studi memotret dengan kamera profesional namun budgetnya belum mencukupi, rekan – rekan bisa memasukkan kamera prosumer sebagai alternatif.

Dengan kamera prosumer ini, teman – rekan dapat studi fotografi (dasar – basic fotografi) namun bersama budget yang cukup terjangkau. Selain itu, dengan kamera prosumer, teman- rekan tidak kudu pusing membayangkan beli lensa, karena layaknya terhadap kamera pocket, lensa terhadap kamera prosumer sudah menyatu dengan body, dan tidak dapat lepas – pakai layaknya terhadap kamera profesional.

Action camera / kamera aksi
Pada dasarnya kamera aksi atau action camera  adalah sebuah kamera pocket. Mengapa? Karena terhadap kamera tipe ini fitur yang ada hanya fitur basic layaknya pada pocket camera. Sebenarnya dapat dibilang terkecuali fiturnya lebih sederhana dibandingkan bersama kamera saku.

Bagaimana tidak, terhadap sebuah action camera hanya terdapat tombol power, tombol navigasi serta tombol shutter. Kamera saku mempunyai fitur yang lebih banyak, layaknya flash, preset setting, dsb. Namun demikian desain ini sebetulnya sesuai bersama peruntukannya sebagai kamera aksi. Kamera ini
biasanya digunakan untuk merekam aktivitas olahraga / aksi lain dengan pemasangan kamera yang sesuai bersama bagian yang menginginkan disorot, misalnya pada helm sepeda motor untuk dapat membuahkan video bersama sudut pandang setara mata manusia.

Oleh dikarenakan itu kamera aksi didesain bersama bentuk yang mungil dan ringan supaya ringan ditempatkan di tempat- daerah yang sulit dijangkau kamera terhadap umumnya. Selain kecil, kamera ini terhitung didesain tahan cuaca dan tahan air (kebanyakan dilakukan bersama menaikkan casing tahan cuaca dan air, tetapi kamera senantiasa tidak waterproof) mengingat bermacam barangkali yang dapat timbul terhadap kala melakukan aksi, misalnya terhadap kala bersepeda tiba- tiba hujan, atau digunakan untuk berenang. Oh iya, biasa kamera ini difokuskan untuk merekam video, namun senantiasa terdapat fitur untuk menyita foto.

Camera serius / profesional
Kamera benar-benar profesional merupakan kamera yang diperuntukkan untuk  fotografer profesional atau untuk yang benar-benar studi fotografi atau berkecimpung di bidang fotografi. Kamera ini pada kala ini miliki 2 varian yaitu SLR / DSLR dan mirrorless. Perbedaannya dapat dilikat terhadap poin di bawah.

Karena didesain untuk pecinta fotografi benar-benar atau profesional, fitur yang dimiliki amat komplit supaya fotografer dapat menyesuaikan sesuai dengan keinginannya. Fitur selanjutnya pada lain lensa yang dapat diganti – tukar sesuai bersama kebutuhan, pengaturan shutter speed, ISO, diafragma, dsb. Selain itu juga dapat ditambahkan aksesories yang sebabkan fotografer dapat lebih mengeksplor konsepnya, sebut saja flash eksternal, vertical grip, dan lain – lain.
Fitur yang melimpah pasti dapat mengundang konsekuensi harga yang lebih tinggi. Sebuah kamera profesional dapat rekan – rekan tebus bersama harga terasa berasal dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Harga selanjutnya belum terhitung aksesories – aksesoris yang rekan rekan butuhkan, sebut saja lensa yang harganya dapat melebihi harga body kamera, speedlight atau flash, serta aksesories lain.

Namun jangan takut, karena kamera benar-benar / profesional terhitung miliki tingkatan lagi, ada kamera untuk pemula, semi pro dan terhitung kamera profesional. Saat ini, kamera pemula / entry level banyak kami dapati beredar di kurang lebih kita, dikarenakan sebetulnya harganya cukup terjangkau, apalagi ada yang harganya lebih murah dibandingkan dengan kamera prosumer kelas premium.